Jakarta — Novel Bamukmin meminta masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang beredar menjelang aksi demonstrasi pada 27 Agustus 2026. Tokoh yang dikenal sebagai Dai Mujahid 212 itu khawatir informasi palsu dan ajakan yang mengatasnamakan kelompok tertentu dimanfaatkan untuk memancing kericuhan.
Novel mengatakan informasi mengenai aksi tersebut beredar luas tanpa selalu disertai sumber yang jelas. Kondisi itu, menurut dia, dapat membuka ruang bagi pihak tertentu untuk menyusupkan provokasi.
"Jangan sampai aksi yang awalnya merupakan penyampaian aspirasi justru ditunggangi oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan lain," kata Novel, Rabu, 26 Agustus 2026.
Ia mengingatkan masyarakat agar memilah informasi sebelum menyebarkannya. Novel juga meminta peserta aksi tidak terpancing oleh narasi yang dapat memperuncing keadaan.
Menurut Novel, penyampaian pendapat di muka umum merupakan bagian dari demokrasi. Namun kebebasan tersebut, kata dia, tetap harus dijalankan secara tertib dan tidak berubah menjadi tindakan yang merugikan masyarakat.
Peringatan itu disampaikan di tengah meningkatnya informasi mengenai rencana demonstrasi pada 27 Agustus. Sejumlah kelompok telah menyatakan rencana menyampaikan aspirasi di kawasan Gedung DPR RI, Jakarta.
Novel menilai kewaspadaan diperlukan agar aksi tidak berubah menjadi arena adu domba. Ia meminta masyarakat tidak memberikan ruang kepada pihak yang berusaha memanfaatkan situasi untuk menciptakan kekacauan.
"Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya," ujarnya.
