Jakarta – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Jakarta Raya menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Ditjen Pemasyarakatan Kementerian Imipas, Jakarta Pusat, Jumat (3/7/2026) sore.
Mereka mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan penyimpangan dalam proyek pengadaan gembok di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas).
Koordinator aksi, Agus Tulus Nazara, mengatakan pihaknya meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung dan Polri segera melakukan penyelidikan serta penyidikan menyeluruh terhadap dugaan mark up pengadaan gembok di lingkungan Ditjen Pemasyarakatan.
"Kami mendesak KPK, Kejaksaan Agung, dan Kepolisian RI segera melakukan penyelidikan dan penyidikan secara menyeluruh terhadap dugaan mark up pengadaan gembok di Ditjen Pemasyarakatan," kata Agus dalam orasinya.
Selain itu, massa juga meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melakukan audit investigatif secara independen dan terbuka terhadap seluruh proses pengadaan yang berlangsung pada periode 2022 hingga 2025.
Dalam aksi tersebut, Forum Mahasiswa Jakarta Raya juga menyuarakan tuntutan agar Dirjen Pemasyarakatan dicopot dari jabatannya karena dinilai gagal menjalankan pengawasan terhadap proses pengadaan.
"Kami berharap Polri bersama Kejaksaan Agung dan KPK dapat bekerja sama menangani persoalan yang kami sampaikan agar dugaan penyimpangan ini dapat diusut secara transparan," ujar Agus.
Forum Mahasiswa Jakarta Raya menyatakan aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat. Mereka juga mengaku berencana kembali menggelar aksi lanjutan pada Senin mendatang apabila tuntutan mereka belum mendapat respons dari pihak terkait.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Kementerian Imipas maupun Ditjenpas terkait tuntutan dan dugaan yang disampaikan massa aksi.
