SUKABUMI — Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meminta generasi muda memanfaatkan bonus demografi sebagai momentum menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Pesan itu disampaikan saat Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026 di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis, 3 September 2026.
Menurut Sigit, dominasi penduduk usia produktif merupakan peluang besar bagi Indonesia untuk melakukan lompatan menjadi negara maju. Namun, kesempatan itu hanya datang sekali sehingga harus diikuti peningkatan kualitas pendidikan, keterampilan, kerja keras, dan karakter generasi muda. “Momentum tersebut hanya terjadi satu kali di setiap negara,” kata Sigit.
Ia menilai keberhasilan bonus demografi tidak cukup ditentukan oleh kemampuan akademik. Generasi penerus juga membutuhkan kedisiplinan, kepedulian, kemandirian, serta semangat persatuan. Dalam hal ini, Sigit menyebut Gerakan Pramuka memiliki peran strategis karena membentuk kebiasaan bergotong royong, bersosialisasi, membantu sesama, dan bertanggung jawab.
Sigit mengaku pernah menjadi anggota Pramuka sejak tingkat Siaga hingga sekolah menengah atas. Pengalaman itu membuatnya meyakini Pramuka merupakan salah satu wadah penting untuk mengembangkan potensi anak muda. “Saya yakin bahwa di hadapan saya ini adalah adik-adik pilihan yang sudah benar memilih Gerakan Pramuka,” ujarnya.
Namun, bonus demografi juga dapat berubah menjadi persoalan jika generasi muda tidak dipersiapkan. Sigit mengingatkan ancaman narkoba, judi online, tawuran, geng, kejahatan, hingga penyebaran paham negatif melalui media sosial. Ia meminta teknologi, termasuk kecerdasan buatan dan media sosial, justru dimanfaatkan untuk memperluas pengetahuan dan meningkatkan kemampuan.
Pemerintah, kata Sigit, terus memperluas akses pendidikan melalui Sekolah Rakyat, sekolah unggulan, sekolah transformasi, pendidikan jarak jauh, dan program LPDP. Polri juga berkontribusi melalui SMA Kemala Taruna Bhayangkara. Menurut dia, pembangunan kualitas sumber daya manusia harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter.
Sigit juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman Indonesia. Nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, kata dia, tidak cukup sekadar dihafalkan, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. “Kalian semua adalah calon-calon penerus, calon-calon pemimpin bangsa. Karena itu harus saling menjaga, saling merawat, dan terus meningkatkan persatuan dan kesatuan,” katanya.
Selain mengembangkan diri, Sigit meminta Pramuka aktif memberi manfaat kepada masyarakat, termasuk dalam penanggulangan bencana, pelayanan publik, menjaga lingkungan, dan membantu kegiatan masyarakat. Ia mengajak peserta menjadi pelopor Gerakan ASRI—Aman, Sehat, Resik, dan Indah. “Terus berkarya, terus kembangkan diri kalian, jadikan polisi sebagai sahabat kalian,” ujar Sigit.
Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI 2026 diikuti 5.499 peserta yang terdiri atas anggota Pramuka, pelajar, mahasiswa, pemuda, guru, pengurus, serta keluarga besar PUI.
