JAKARTA – Aparat keamanan Vietnam kembali memperkuat langkah pemberantasan perjudian online dengan membongkar dua sindikat taruhan berskala besar yang memiliki nilai transaksi mencapai sekitar US$133 juta atau setara Rp2,3 triliun.
Operasi yang berlangsung sejak akhir Juni tersebut berujung pada penangkapan 85 orang dan menjadi bagian dari upaya pemerintah menekan praktik perjudian ilegal yang meningkat selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Kepolisian Kota Ho Chi Minh menyatakan bahwa penggerebekan tersebut menyasar dua jaringan dengan struktur organisasi yang rapi, berjenjang, serta memiliki sistem pengendalian yang ketat.
"Sindikat ini memiliki skala operasi sangat besar dengan hierarki tinggi dan kendali yang sangat ketat," demikian pernyataan Kepolisian Kota Ho Chi Minh sebagaimana dikutip AFP.
Hasil penyelidikan menunjukkan para pengendali jaringan memperoleh akun taruhan tingkat master dari sejumlah individu di Kamboja.
Akun tersebut kemudian dipecah menjadi akun agen dan anggota sebelum didistribusikan kepada para penjudi melalui platform daring.
Sejak mulai beroperasi pada Oktober tahun lalu, kedua sindikat tersebut tercatat telah memfasilitasi transaksi perjudian ilegal senilai sekitar US$133 juta.
Pemerintah Vietnam menilai perkembangan jaringan perjudian lintas negara menjadi tantangan serius karena melibatkan infrastruktur digital, aliran dana dalam jumlah besar, serta koneksi dengan operator di luar negeri.
Kondisi tersebut mendorong aparat keamanan memperketat pengawasan terhadap aktivitas perjudian daring yang terus berkembang meski praktik tersebut dilarang secara hukum di Vietnam.
Kementerian Keamanan Publik Vietnam mengungkapkan bahwa selama 20 hari pertama penyelenggaraan Piala Dunia 2026, aparat telah membongkar sedikitnya 73 jaringan perjudian di berbagai wilayah.
Dari operasi tersebut, sebanyak 346 orang ditangkap karena diduga terlibat dalam perjudian ilegal maupun taruhan sepak bola. Nilai transaksi dari berbagai perkara yang diungkap mencapai ribuan miliar dong atau setara ratusan juta dolar Amerika Serikat.
Penindakan terhadap sindikat perjudian asing juga telah beberapa kali dilakukan Vietnam dalam beberapa tahun terakhir.
Salah satu operasi terbesar terjadi ketika aparat menggerebek pusat operasi judi online yang dikelola warga negara asing di Kota Hai Phong.
Dalam operasi tersebut, lebih dari 380 warga negara China diamankan bersama ribuan telepon genggam, ratusan komputer, kartu perbankan, serta barang bukti lain yang digunakan untuk menjalankan jaringan taruhan online dengan nilai transaksi diperkirakan mencapai sekitar tiga miliar yuan.
Serangkaian pengungkapan tersebut menunjukkan Vietnam terus meningkatkan penegakan hukum terhadap perjudian online sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan siber, menekan kejahatan transnasional, serta mencegah meningkatnya aktivitas taruhan ilegal yang umumnya melonjak selama berlangsungnya ajang olahraga internasional
